• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Koreksi Berita, Hak Jawab, dan Pedoman Etik
  • Pedoman Media Siber
Portal Berita Nasional
  • HOME
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • SPORT
  • RAGAM
  • HIBURAN
  • IDEA
No Result
View All Result
Portal Berita Nasional
  • HOME
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • SPORT
  • RAGAM
  • HIBURAN
  • IDEA
No Result
View All Result
Portal Berita Nasional
No Result
View All Result
Home KESEHATAN

TB Darurat Nasional! Tiap 4 Menit 1 Orang Meninggal, Pemerintah Percepat Deteksi Dini dan Pengobatan Tuberkulosis

TB Darurat Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: Sukarno Widodo
Editor: Andri Herdiansyah
Dipublikasikan: 8 April 2026
Diperbarui: 9 April 2026

RADIO STREAMING SEHATI – Pemerintah Indonesia menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah TB darurat nasional, setelah tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit menular mematikan tersebut terus menjadi sorotan. Kondisi ini dinilai tak lagi sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, gizi, hingga lingkungan masyarakat.

You Might Also Like

No Content Available

Dalam Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin P. Octavianus mengungkapkan situasi TB di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan, TB darurat nasional. Ia menyebut, setiap menit dua orang terinfeksi TB, sementara setiap empat menit satu orang meninggal dunia akibat penyakit ini.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” ujar Benjamin sebagaimana dilansir radiosehati.com dari laman resmi Kemenkes RI baru baru ini.

ADVERTISEMENT

Indonesia sendiri tercatat menghadapi lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahun, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan beban tuberkulosis tertinggi di dunia. Angka ini mempertegas bahwa eliminasi TB bukan lagi agenda biasa, melainkan kebutuhan mendesak yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Pemerintah Genjot Deteksi Dini TB, Target 130 Juta Warga Dicek pada 2026

Sebagai respons atas situasi tersebut, pemerintah mendorong langkah cepat melalui deteksi dini masif. Salah satu strategi utama adalah Program Cek Kesehatan Gratis dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026.

Program ini akan menjadi pintu masuk penting dalam mempercepat penemuan kasus TB yang selama ini belum terdeteksi. Pemerintah menilai semakin cepat penemuan kasus, maka peluang penyembuhan dan pencegahan penularan akan semakin besar.

Selain pemeriksaan kesehatan gratis, strategi lain yang diperkuat meliputi:

ADVERTISEMENT
  • Pelacakan kontak erat pasien TB
  • Pemberian terapi pencegahan TB
  • Penguatan edukasi masyarakat
  • Pelibatan kader kesehatan di lapangan
  • Peningkatan kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas

Benjamin menegaskan TB darurat nasional, sehingga tidak ada ruang untuk menunda penanganan TB di tengah tingginya angka penularan.

“Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap penemuan kasus dan pengobatan adalah langkah menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

WHO: Indonesia Sumbang 10 Persen Kasus TB Dunia

Dukungan global terhadap upaya penguatan eliminasi TB di Indonesia juga terus meningkat. Perwakilan WHO Indonesia, dr. Setiawan Jati Laksono, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, TB masih menjadi ancaman serius secara global, termasuk di Indonesia, meskipun berbagai mencapai kemajuan dalam penanganannya.

Data yang dipaparkan menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar:

  • 118.000 kematian akibat TB pada orang tanpa HIV
  • 8.100 kematian akibat TB pada orang dengan HIV

Angka tersebut menunjukkan bahwa TB masih menjadi salah satu penyebab kematian utama yang harus dengan penangan secara agresif, terutama di negara dengan populasi besar seperti Indonesia.

“TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan,” ujar Setiawan.

WHO juga menyoroti sejumlah tantangan besar yang masih menghambat percepatan eliminasi TB, antara lain:

  • Banyak kasus TB yang belum terdiagnosis
  • Meningkatnya ancaman TB resistan obat
  • Faktor risiko seperti malnutrisi
  • Penyakit penyerta seperti diabetes
  • Kebiasaan merokok
  • Kerentanan pada kelompok dengan HIV

Meski demikian, harapan tetap terbuka lebar. WHO menyebut saat ini terdapat lebih dari:

  • 100 alat diagnostik TB yang sedang dikembangkan
  • 29 obat TB
  • 18 kandidat vaksin TB

Inovasi ini dapat menjadi pendorong besar dalam mempercepat target eliminasi TB di masa depan.

“Ini saatnya bertindak sekarang,” tegasnya.

Peran Desa Jadi Kunci, Baru 5.711 dari 84.276 Desa Bentuk Siaga TB

Pemerintah juga menekankan bahwa percepatan eliminasi TB tidak akan berhasil tanpa peran aktif pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran strategis dalam mengoordinasikan penanggulangan TB secara lintas sektor.

“Pemerintah daerah menjadi penggerak utama dalam mengoordinasikan penanggulangan TB hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Namun, data menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus selesai. Dari total 84.276 desa di Indonesia, baru sekitar 5.711 desa yang telah membentuk Desa/Kelurahan Siaga TB. Program ini baru tersebar di 22 provinsi dan 108 kabupaten/kota.

Padahal, pemerintah telah menetapkan 11 provinsi prioritas penanganan TB, termasuk wilayah dengan beban tinggi seperti:

  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • DKI Jakarta

Program Desa/Kelurahan Siaga TB sangat strategis karena berfungsi sebagai garda terdepan dalam:

  • Menemukan kasus TB secara aktif
  • Meningkatkan edukasi masyarakat
  • Mendampingi pasien hingga tuntas berobat
  • Mengurangi stigma terhadap penderita TB
  • Menggerakkan partisipasi warga dalam pencegahan

“Desa dan kelurahan menjadi ujung tombak dalam menemukan kasus, mendampingi pasien, dan menggerakkan masyarakat untuk bersama melawan TB,” tegas Akhmad.

Media, Dunia Usaha, dan Tenaga Kesehatan Diminta Turun Tangan

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin P. Octavianus menambahkan bahwa keberhasilan eliminasi TB tidak bisa hanya pada sektor kesehatan saja. Menurutnya, perlu sinergi lintas sektor yang kuat, mulai dari masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga media massa.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya peran media dalam membangun kesadaran publik agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri ketika mengalami gejala TB, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, lemas, dan demam.

“Peran media sangat strategis dalam mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan hingga tuntas,” pungkasnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa pelayanan bagi orang terduga TB telah menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib seluruh pemerintah daerah. Artinya, akses terhadap layanan pemeriksaan dan penanganan TB harus tersedia dan berjalan secara merata di berbagai daerah.

Eliminasi TB Tak Bisa Ditunda Lagi

Dengan tingginya angka penularan, kematian, serta besarnya beban kasus nasional, pemerintah menilai percepatan eliminasi TB harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Penguatan deteksi dini, perluasan Desa/Kelurahan Siaga TB, pelibatan kader kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar target eliminasi TB di Indonesia dapat tercapai lebih cepat dan menyeluruh.

Jika langkah-langkah ini berjalan konsisten, Indonesia mampu menekan laju penularan, menurunkan angka kematian dan mencegah TB terus menjadi ancaman besar bagi kualitas hidup masyarakat.***

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Radio Sehati News berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Koreksi & Hak Jawab .

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasus Hoaks Naik 5 Kali Lipat, Polri Ingatkan Ancaman Pidana bagi Penyebar Informasi Palsu

Next Post

Harga Emas Hari Ini Masih Tinggi, Waktu Terbaik Beli atau Jual?

Sukarno Widodo

Sukarno Widodo

Related News

No Content Available

Trending News

BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Dibobol

BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Dibobol! Bareskrim Bongkar Modus Curang, Pertamina Siapkan Sanksi Tegas

8 April 2026
Mobil Listrik Makin Agresif

Mobil Listrik Makin Agresif Masuk RI, Persaingan Industri Otomotif Diprediksi Makin Ketat

8 April 2026
TB Darurat Nasional

TB Darurat Nasional! Tiap 4 Menit 1 Orang Meninggal, Pemerintah Percepat Deteksi Dini dan Pengobatan Tuberkulosis

8 April 2026
ADVERTISEMENT

About

news.radiosehati.com merupakan ruang pemberitaan dari Radio Streaming Sehati. Menyajikan berita berita menarik yang dikemas apik, dan bisa menambah wawasan pembaca terkait isu isu aktual atau hal unik lainnya.

Categories

  • BERITA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • IDEA
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • RAGAM
  • REGIONAL
  • TEKNOLOGI
  • Uncategorized

Tags

ikpln pln ulang tahun

Recent Posts

  • Rekor Mudik 2026! Commuter Line Bandung Tembus 1,4 Juta Penumpang, Naik 6%
  • Program Vokasi 2026 Dibuka! 10 Ribu Peserta Berpeluang Kerja, Gratis Sertifikat BNSP
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Koreksi Berita, Hak Jawab, dan Pedoman Etik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 RADIO STREAMING SEHATI NEWS

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • SPORT
  • RAGAM
  • HIBURAN
  • IDEA

© 2026 RADIO STREAMING SEHATI NEWS