Sahabat Sehati Sejiwa, Lebaran di Indonesia ternyata bukan sekadar momen saling bermaafan dan berkumpul bersama keluarga. Di balik hangatnya suasana Idul Fitri, tersimpan beragam tradisi unik yang penuh makna—bahkan ada yang terbilang tak biasa dan bikin takjub. Dari arak-arakan gunungan hingga “perang” ketupat, semuanya menjadi bukti betapa kayanya budaya Nusantara dalam merayakan hari kemenangan.
Beberapa Tradisi Unik Merayakan Lebaran di Indonesia
Sahabat Sehati Sejiwa, Hari Lebaran di Indonesia dirayakan dengan berbagai tradisi khas yang sarat makna budaya dan religius. Di berbagai daerah, perayaan ini diwariskan turun-temurun dan menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta harapan akan keberkahan.
Salah satu tradisi yang paling melekat adalah mudik. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, sekitar 143,9 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026, atau setara dengan 50,6% dari total populasi Indonesia. Tradisi ini bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga menjadi jembatan mempererat silaturahmi dan menjaga nilai kekeluargaan.
Selain mudik, berbagai daerah di Indonesia juga memiliki tradisi khas yang hanya muncul saat Lebaran. Berikut beberapa di antaranya:
✅ Grebeg Syawal – Yogyakarta
Tradisi yang sudah ada sejak abad ke-16 ini menjadi ikon budaya Keraton Yogyakarta. Tujuh gunungan berisi hasil bumi diarak dari keraton, lalu diperebutkan masyarakat sebagai simbol rasa syukur setelah menjalani Ramadan.
✅ Perang Topat – Nusa Tenggara Barat
Tradisi unik ini dilakukan dengan saling melempar ketupat. Selain meriah, Perang Topat melambangkan kerukunan antara umat Hindu dan Islam. Ketupat yang digunakan bahkan dipercaya membawa berkah kesuburan.
✅ Ronjok Sayak – Bengkulu
Masyarakat Bengkulu membakar tumpukan batok kelapa kering setinggi sekitar satu meter. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol hubungan manusia dengan leluhur dan biasanya dilakukan setelah salat Isya pada malam 1 Syawal.
✅ Rampak Bedug – Banten
Kesenian tabuhan bedug secara massal ini menghasilkan irama yang khas dan menggema. Digelar saat malam takbiran, Rampak Bedug melambangkan kebersamaan dan semangat menyambut kemenangan.
✅ Festival Meriam Karbit – Pontianak
Tradisi spektakuler ini berlangsung selama tiga hari, sebelum hingga setelah Lebaran. Dentuman meriam karbit menjadi simbol kegembiraan sekaligus bagian dari sejarah Kota Pontianak.
✅ Binarundak – Sulawesi Utara
Tradisi memasak nasi jaha dalam bambu ini dilakukan bersama selama tiga hari setelah Idul Fitri. Selain unik, Binarundak menjadi ajang mempererat silaturahmi dan rasa syukur.
✅ Baraan – Riau
Tradisi kunjungan massal antarwarga ini dilakukan secara berkelompok dari rumah ke rumah. Dalam setiap kunjungan, masyarakat biasanya berdoa bersama, menjadikannya sarat nilai religius.
✅ Tumbilotohe – Gorontalo
Tradisi menyalakan lampu minyak dari damar ini menciptakan pemandangan indah menjelang Idul Fitri. Selain estetis, Tumbilotohe memiliki makna spiritual sebagai simbol cahaya dan harapan.
Penutup
Beragam tradisi ini menunjukkan bahwa Lebaran di Indonesia tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kekayaan budaya dan nilai sosial yang luar biasa.
Dari lubuk hati terdalam, penulis menghaturkan kepada seluruh sedulur Sahabat Sehati Sejiwa:
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.
Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik, penuh keberkahan, dan selalu dalam kebersamaan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Radio Sehati News berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Koreksi & Hak Jawab .







