RADIO STREAMING SEHATI– Ramadan selalu identik dengan tradisi ngabuburit: jalan santai sore hari, duduk bercengkerama, atau sekadar menunggu azan magrib bersama keluarga dan teman. Namun di Bandung, kebiasaan itu justru memantik perhatian serius ketika dilakukan di jalur rel kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan area rel sebagai lokasi aktivitas, terutama setelah sahur dan menjelang waktu berbuka puasa. Pasalnya, aktivitas seperti duduk santai, olahraga ringan, hingga berfoto di sekitar jalur kereta dinilai sangat berbahaya.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa rel kereta bukanlah ruang publik.
“Kami mengingatkan dengan tegas bahwa jalur kereta api adalah area terbatas yang diperuntukkan khusus bagi operasional perjalanan kereta api. Aktivitas apa pun di ruang manfaat jalur rel sangat membahayakan, baik bagi diri sendiri maupun perjalanan kereta api,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi radiosehati.com, belum lama ini.
Menurutnya, selama Ramadan operasional kereta tetap berjalan normal dengan kecepatan tinggi. Kereta tidak dapat berhenti secara mendadak ketika melihat ada warga di jalur. Kondisi ini membuat keberadaan siapa pun di sekitar rel berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Tak hanya soal keselamatan, ada pula konsekuensi hukum yang mengintai. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian secara tegas melarang siapa pun berada di ruang manfaat jalur rel atau menggunakan jalur tersebut untuk kepentingan di luar operasional kereta.
Area yang dimaksud mencakup rel, bantalan, jembatan, hingga sisi kiri dan kanan jalur. Risiko di kawasan ini bukan hanya tertabrak kereta, tetapi juga tersandung, terjatuh, bahkan tersengat listrik di jalur tertentu.
KAI Daop 2 Bandung menyatakan terus melakukan patroli rutin dan sosialisasi bersama aparat kewilayahan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Pihaknya juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk turut mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain di sekitar rel kereta api. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” kata Kuswardojo.
Ramadan seharusnya menjadi momentum kebersamaan yang aman dan penuh berkah. KAI berharap masyarakat dapat menikmati suasana ngabuburit tanpa harus mengambil risiko yang bisa berujung duka.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Radio Sehati News berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Koreksi & Hak Jawab .







