• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Koreksi Berita, Hak Jawab, dan Pedoman Etik
  • Pedoman Media Siber
Portal Berita Nasional
  • HOME
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • SPORT
  • RAGAM
  • HIBURAN
  • IDEA
No Result
View All Result
Portal Berita Nasional
  • HOME
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • SPORT
  • RAGAM
  • HIBURAN
  • IDEA
No Result
View All Result
Portal Berita Nasional
No Result
View All Result
Home RAGAM

1 April, Hari Besar Para Penyiar, dari SRV Sampai Radio Sehati Mendunia

Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: Puspa Felicita
Editor: Andri Herdiansyah
Dipublikasikan: 1 April 2026
Diperbarui: 9 April 2026

Sahabat Sehati Sejiwa, jangan salah! Tanggal 1 April bukan cuma identik dengan April Mop, tapi juga jadi hari spesial bagi insan radio dan dunia penyiaran di Indonesia. Di balik tanggal ini, tersimpan kisah bersejarah yang luar biasa: dari siaran radio pribumi pertama, tarian kerajaan Jawa yang dipancarkan hingga Belanda, sampai semangat penyiaran yang hari ini terus hidup lewat suara-suara hangat yang menemani kita setiap hari—termasuk dari Radio Streaming Sehati, radio karaoke interaktif mendunia.

You Might Also Like

Mobil Listrik Makin Agresif Masuk RI, Persaingan Industri Otomotif Diprediksi Makin Ketat

Harga Emas Hari Ini Masih Tinggi, Waktu Terbaik Beli atau Jual?

30 Maret: Tantangan Sehari Tanpa Sampah, Berani Coba? Dampaknya Bisa Selamatkan Bumi

Ya, setiap tanggal 1 April, Indonesia memperingati Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas). Melansir laman Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Harsiarnas ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019.

Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas peran penting dunia penyiaran dalam perjalanan bangsa. Tanggal 1 April dipilih bukan tanpa alasan, karena berkaitan erat dengan sejarah berdirinya lembaga penyiaran pertama milik pribumi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Lembaga tersebut bernama Solosche Radio Vereeniging (SRV), yang didirikan di Solo pada 1 April 1933. Kehadirannya menjadi tonggak awal penyiaran nasional, diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro VII.

Namun, cikal bakal penyiaran di Indonesia sebenarnya sudah mulai tumbuh sejak 1927, ketika Mangkunegoro VII menerima hadiah berupa perangkat radio dari seorang Belanda. Sejak saat itulah, teknologi penyiaran mulai dikenal dan berkembang di kalangan masyarakat pribumi.

Yang menarik, sejarah SRV juga menyimpan kisah unik dan sangat berkelas. Saat itu, KGPAA Mangkunegoro VII ingin memberikan kado istimewa untuk pernikahan Putri Juliana, putri Ratu Belanda Wilhelmina, dengan Pangeran Bernhard. Ketika para raja lain di Nusantara mempersembahkan permata dan benda-benda berharga, Mangkunegoro VII justru memilih menghadiahkan pementasan tari tradisional Jawa.

Kado itu makin spesial karena penarinya adalah putri cantiknya sendiri, Siti Noeroel Kamaril Ngarasati Koesoemo Wardhani, yang lebih dikenal sebagai Gusti Nurul.

ADVERTISEMENT

Pementasan tari tersebut akan diiringi gamelan Kyai Kanyut Mesem yang dimainkan langsung dari Pura Mangkunegaran, Solo. Hebatnya, alunan gamelan itu dipancarkan secara langsung melalui stasiun radio SRV hingga ke Negeri Belanda. Tarian yang dipilih adalah Sari Tunggal.

Rangkaian acara pernikahan kerajaan itu berlangsung pada Desember 1936 hingga Januari 1937. Karena perjalanan ke Belanda memakan waktu panjang, Mangkunegoro VII bersama permaisuri GKR Timur dan Gusti Nurul sudah berangkat sejak Agustus 1936.

Menurut Harry A. Poeze dalam tulisan Di Negeri Penjajah, inilah pertama kalinya seorang raja Jawa yang sedang berkuasa melakukan kunjungan ke Negeri Belanda. Selama sekitar empat bulan, rombongan menginap di Puri Oud-Wassenar.

ADVERTISEMENT

Menariknya lagi, panitia pernikahan Putri Juliana baru mengetahui rencana pementasan tari ini setelah rombongan tiba di Belanda. Menurut Hary Wiryawan dalam buku Mangkoenegoro VII & Awal Penyiaran Indonesia, panitia awalnya sempat keberatan karena waktu persiapan sangat singkat untuk acara yang cukup rumit. Namun setelah diyakinkan oleh Mangkunegoro VII, pementasan tari itu akhirnya masuk dalam rangkaian acara resmi.

Sebulan sebelum hari-H, dilakukan uji coba. Gusti Nurul diminta menari lengkap dengan iringan musik langsung dari Pura Mangkunegaran Solo yang dipancarkan melalui SRV. Bertempat di gedung Pos, Telegraph, dan Telpon (PTT), Gusti Nurul menari di hadapan Ratu Wilhelmina dan anggota kabinet.

Di saat yang sama, Gusti Partinah, putri kedua Mangkunegoro VII, menari di Pura Mangkunegaran sebagai patokan bagi para pemain gamelan di Solo.

Gusti Nurul bahkan mengenang momen menegangkan saat uji coba itu.

“Pada saat tes, suara gamelan sempat hilang. Namun Ibu (Gusti Timoer) yang duduk di dekat pentas membantu dengan hitungan, sehingga tarianku dapat diselesaikan dengan baik”, katanya

Untuk mengantisipasi kendala teknis saat pementasan utama, perusahaan Philips kemudian merekam gending tersebut. Saat hari pementasan tiba, acara berlangsung di Istana Noordeinde, disaksikan para petinggi negara, raja dan ratu dari berbagai negara, serta kedua mempelai kerajaan.

Pementasan berjalan lancar dan sukses besar.

“Aku merasa lega”, ujar Gusti Nurul.

Penampilan tersebut ramai diberitakan surat kabar Belanda dan membuat para tamu undangan semakin tertarik mengenal kebudayaan Timur yang dibawa oleh Mangkunegoro VII. Dari sinilah kita bisa melihat bahwa sejak dulu, penyiaran Indonesia bukan sekadar teknologi, tetapi juga jembatan budaya, kebanggaan bangsa, dan alat diplomasi yang luar biasa.

Kini, peringatan Hari Penyiaran Nasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan betapa strategisnya peran penyiaran dalam perkembangan Indonesia. Penyiaran bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media informasi dan edukasi yang ikut membangun kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat.

Dan hari ini, semangat itu terus hidup.
Termasuk lewat kehadiran Radio Streaming Sehati dengan taglinenya: radio karaoke, interaktif, mendunia.
Di tengah perkembangan zaman, radio tetap punya tempat di hati: menghibur, menyatukan, dan menghadirkan kehangatan dalam setiap suara.

Selamat Hari Penyiaran Nasional 2026!
Untuk seluruh penyiar, operator, kru, admin, request line warriors, dan Sahabat Sehati Sejiwa di mana pun berada, terima kasih karena tetap menjaga media audio ini tetap hidup.

Karena radio bukan sekadar siaran… radio adalah teman, kenangan, dan kebersamaan.

Radio Streaming Sehati… radio karaoke, interaktif, mendunia!
Salam guyub rukun forever!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Radio Sehati News berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Koreksi & Hak Jawab .

ADVERTISEMENT
Previous Post

Pasokan BBM Pasca Lebaran Tetap Terjaga, Ini Penjelasan Pertamina JBB

Next Post

Pertamina Pastikan Harga BBM 1 April 2026 Tidak Berubah, Jangan Percaya Isu Kenaikan

Puspa Felicita

Puspa Felicita

Related News

Mobil Listrik Makin Agresif

Mobil Listrik Makin Agresif Masuk RI, Persaingan Industri Otomotif Diprediksi Makin Ketat

by Andri Herdiansyah
8 April 2026
0

RADIO STREAMING SEHATI - Industri mobil listrik di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa waktu terakhir. Mobil Listrik Makin Agresif,...

Harga Emas Hari Ini

Harga Emas Hari Ini Masih Tinggi, Waktu Terbaik Beli atau Jual?

by Puspa Felicita
8 April 2026
0

RADIO STREAMING SEHATI - Harga emas hari ini masih tinggi, Harga emas batangan di Indonesia masih bertahan di level tinggi...

30 Maret: Tantangan Sehari Tanpa Sampah, Berani Coba? Dampaknya Bisa Selamatkan Bumi

30 Maret: Tantangan Sehari Tanpa Sampah, Berani Coba? Dampaknya Bisa Selamatkan Bumi

by Puspa Felicita
31 Maret 2026
0

PERINGATAN World Zero Waste Day pada 30 Maret 2026 bukan sekadar seremonial. Hari ini menjadi pengingat kuat bahwa kebiasaan kecil—seperti...

Nama nama Bakwan

Bakwan Ternyata Punya Banyak Nama di Tiap Kota, Jangan Salah Sebut

by Puspa Felicita
25 Maret 2026
0

RADIO STREAMING SEHATI - Siapa sangka, gorengan sederhana bernama bakwan bisa bikin obrolan hangat—bahkan nyaris salah paham. Dari “ote-ote” sampai...

Trending News

BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Dibobol

BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Dibobol! Bareskrim Bongkar Modus Curang, Pertamina Siapkan Sanksi Tegas

8 April 2026
Mobil Listrik Makin Agresif

Mobil Listrik Makin Agresif Masuk RI, Persaingan Industri Otomotif Diprediksi Makin Ketat

8 April 2026
Harga Emas Hari Ini

Harga Emas Hari Ini Masih Tinggi, Waktu Terbaik Beli atau Jual?

8 April 2026
ADVERTISEMENT

About

news.radiosehati.com merupakan ruang pemberitaan dari Radio Streaming Sehati. Menyajikan berita berita menarik yang dikemas apik, dan bisa menambah wawasan pembaca terkait isu isu aktual atau hal unik lainnya.

Categories

  • BERITA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • IDEA
  • KESEHATAN
  • NASIONAL
  • RAGAM
  • REGIONAL
  • TEKNOLOGI
  • Uncategorized

Tags

ikpln pln ulang tahun

Recent Posts

  • Rekor Mudik 2026! Commuter Line Bandung Tembus 1,4 Juta Penumpang, Naik 6%
  • Program Vokasi 2026 Dibuka! 10 Ribu Peserta Berpeluang Kerja, Gratis Sertifikat BNSP
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Koreksi Berita, Hak Jawab, dan Pedoman Etik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 RADIO STREAMING SEHATI NEWS

No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • SPORT
  • RAGAM
  • HIBURAN
  • IDEA

© 2026 RADIO STREAMING SEHATI NEWS