RADIO STREAMING SEHATI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi membuka program Mudik Gratis 2026 dengan menyiapkan 74 armada bus untuk melayani pemudik. Program ini ditujukan bagi warga asal dan berdomisili di Jawa Barat yang ingin pulang kampung dengan perjalanan aman dan terencana.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan program tersebut merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat mengurangi beban biaya perjalanan sekaligus menekan risiko kecelakaan saat arus mudik.
“Program mudik gratis terbuka untuk semua warga asal dan tinggal di Jawa Barat yang ingin mudik ke kampung halaman, tentunya dengan persyaratan yang telah ditentukan,” ujar Dhani.
Sebanyak 74 bus disiapkan melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan otobus, yakni PO Sugeng Rahayu, DAMRI, PO Sinar Jaya, Primajasa, dan MGI.
Rute Dalam dan Luar Provinsi
Program ini melayani berbagai rute, baik dalam maupun luar provinsi. Untuk rute dalam Jawa Barat tersedia perjalanan seperti Bandung–Sukabumi dan Bogor–Pelabuhan Ratu.
Sementara itu, untuk lintas provinsi, pemudik dapat memilih rute Bandung–Yogyakarta, Solo, Semarang, Wonogiri, hingga Sragen.
Pendaftaran Lewat Aplikasi Sapawarga
Pendaftaran mudik gratis dibuka mulai 11 Februari hingga 12 Maret 2026 melalui aplikasi Sapawarga.
Calon peserta hanya perlu mengisi data kependudukan, memilih rute perjalanan, serta melakukan aktivasi tiket pada 1–12 Maret 2026.
Dinas Perhubungan memastikan seluruh armada telah menjalani pemeriksaan teknis (ramp check) sebelum keberangkatan. Selain itu, pengemudi dan kru juga dipastikan dalam kondisi sehat untuk menjamin keselamatan perjalanan.
“Ayo manfaatkan kesempatan mudik gratis ini agar perjalanan mudik dapat ditempuh dengan lebih aman, nyaman, selamat, dan tertib,” kata Dhani.
Program ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat selama perjalanan menuju kampung halaman.***
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Radio Sehati News berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Koreksi & Hak Jawab .







