RADIO STREAMING SEHATI – Ramadhan tak hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Di berbagai penjuru dunia, bulan suci ini dirayakan dengan tradisi unik yang sarat makna budaya dan spiritual. Dari puasa hampir 20 jam di Kanada hingga festival anak-anak di Qatar, inilah ragam perayaan Ramadhan yang mencuri perhatian dunia. Berikut 7 7 Tradisi Ramadhan Paling Unik di Dunia yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.
Umat Islam di Kanada menjalani salah satu durasi puasa terlama di dunia. Di kota Edmonton, waktu berpuasa bisa mencapai 20 jam per hari saat musim panas.
Dengan hanya sekitar empat jam untuk berbuka dan sahur, umat Muslim tetap melaksanakan ibadah salat sunnah Tarawih di malam hari. Fenomena ini terjadi karena letak geografis Kanada yang berada di wilayah utara bumi sehingga waktu siang lebih panjang saat Ramadhan jatuh di musim panas.
Di Indonesia, Ramadhan identik dengan tradisi mudik menjelang Idul Fitri. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.
Fenomena tahunan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga berdampak besar pada perputaran ekonomi daerah. Sektor transportasi, kuliner, hingga UMKM mengalami peningkatan signifikan setiap musim mudik.
Warga Muslim di Kairo menyambut Ramadhan dengan menghiasi rumah dan jalanan menggunakan fanus, lampu tradisional khas Mesir.
Tradisi ini telah ada sejak era Dinasti Fattimiyah. Saat malam Ramadhan tiba, kota Kairo berubah menjadi lautan cahaya warna-warni yang memikat wisatawan dan warga lokal.
Di Jepang, komunitas Muslim memiliki kebiasaan menyantap makanan manis dan gorengan saat berbuka puasa. Salah satu yang populer adalah dorayaki, kue tradisional berisi kacang merah.
Kegiatan Ramadhan biasanya dikoordinasikan oleh komunitas Muslim setempat, termasuk di Japan Islamic Centre, yang menyusun agenda ibadah dan kegiatan sosial selama bulan suci.
Di Arab Saudi, terdapat tradisi “Meriam Ramadhan” sebagai penanda waktu berbuka puasa dan sahur. Dentuman meriam menjadi simbol dimulainya waktu magrib sebelum teknologi pengeras suara berkembang.
Meski kini sudah tidak lagi digunakan secara resmi di banyak wilayah, tradisi ini pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Ramadhan di Arab Saudi.
Di Turki, para penabuh genderang berkeliling sebelum waktu sahur untuk membangunkan warga. Tradisi ini masih lestari hingga kini.
Para pemukul drum berjalan menyusuri jalanan permukiman, menciptakan suasana khas Ramadhan yang penuh kehangatan dan nuansa budaya Ottoman.
Di Qatar, pertengahan Ramadhan ditandai dengan Festival Garangao. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional dan berkeliling lingkungan sambil bernyanyi.
Warga yang dikunjungi biasanya memberikan permen atau hadiah kecil. Tradisi ini menjadi momen yang paling dinanti anak-anak sekaligus mempererat kebersamaan sosial di masyarakat.
Ramadhan di berbagai negara menunjukkan bagaimana nilai spiritual Islam berpadu dengan kearifan lokal masing-masing bangsa. Meski berbeda tradisi, semangat kebersamaan, ibadah, dan kepedulian tetap menjadi benang merah yang menyatukan umat Muslim di seluruh dunia.
Dari puasa terlama di Kanada hingga festival penuh warna di Qatar, Ramadhan selalu menghadirkan kisah yang menginspirasi.***
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Radio Sehati News berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Koreksi & Hak Jawab .







